Menata Ulang Dekorasi Tampak Lebih Sejuk


Caba ingat kembali, kapan terakhir kali kita mengubah penataan dekorasi atau furnitur di rumah? Atau mengecat kembali dinding kamar atau ruang keluarga dengan warna yang lebih cerah? Bila sulit mengingat waktu yang tepat, berarti sudah saatnya kita melakukan beberapa perubahan untuk membuat rumah terasa lebih segar, sejuk, dan menyenangkan. 

Erica Elliott, MD, salah satu penulis buku Prescriptions for a Healthy House mengatakan, pengaturan cahaya dan pemilihan warna dinding di rumah akan mempengaruhi perilaku, kebiasaan, pola tidur, tingkat energi, hingga kesehatan kita sehari-hari. Lalu, apa saja faktor yang perlu kita perhatikan untuk ‘menyulap’ rumah menjadi lebih nyaman? 

JAGA KEBERSIHAN 
- Taruh Keset. Sebuah riset mengungkapkan, sebanyak 85 persen kotoran yang ada di rumah kita berasal dari sepatu atau sandal. Untuk mengatasi masalah ini, para ahli menyarankan kita untuk meletakkan keset di bagian luar dan dalam pintu rumah. Tindakan ini terbukti dapat mengurangi kotoran masuk ke dalam rumah hingga 60 persen. 

- Taruh tanaman. Meletakkan tanaman di dalam area rumah dapat membantu menjaga udara tetap bersih. Jenis palem bambu, sri rejeki, lidah mertua, dan beringin adalah beberapa yang dapat kita pilih. Semua tanaman itu dapat menyaring formaldehida dari karpet dan furnitur. 

BUAT LEBIH NYAMAN 
- Perbanyak elemen berwarna kalem, seperti biru muda, abu-abu serta hijau. Bisa dengan mengecat dinding atau membeli dekorasi dengan warna-warna tersebut. Jayne Pelosi, ahli makeover rumah sehat mengungkapkan, warna-warna kalem terbukti dapat menurunkan tekanan darah dan membuat hati lebih tenang. 

- Tata sesuai kepribadian. Meski ada panduan menata rumah, jangan sampai rumah kehilangan sentuhan personal kita. Menurut Sarah Susanka, penulis buku The Not So Big House, kita akan merasa nyaman di tempat yang sesuai dengan kepribadian kita. Maka itu, pastikan tatanan rumah juga merefleksikan kepribadian kita. 

BERI PENERANGAN YANG TEPAT 
- Perbanyak akses cahaya alami, karena dapat menyegarkan tubuh, pikiran, dan jiwa. Hal ini diutarakan Richard Hobday, PhD, penulis buku The Light Revolution: Health, Architecture, and the Sun. Buka jendela di setiap ruangan selama 15-30 menit di pagi hari. Bila perlu, pasang kaca yang dilengkapi filter cahaya, sehingga eksposur yang masuk tidak terlalu keras. 

- Atur sesuai kebutuhan. Misalnya, untuk dapur harus dilengkapi penerangan yang maksimal, agar proses mengolah dan memasak makanan tetap aman. Sebaliknya, di kamar tidur sebaiknya disediakan lebih dari satu sumber cahaya. Saat tidur, kita dapat menyalakan sumber cahaya yang redup agar hormon melatonin diproduksi tubuh. 




Sumber : Berbagai Sumber
Share on Google Plus

About Aditya utama

Admin Perusahaan CV Aditya Utama. Informasi, Saran, Kritik silahkan hubungi kontak yang tertera di website ini. Terimakasih ^_^.