Kenali Jenis Keramik & Pengaplikasiannya


Perkembangan keramik dewasa ini tak melulu soal bentuk kotak, polos, dan ukurannya yang terbatas. Kini, berbagai inovasi dan inspirasi segar keramik juga terus hadir bersamaan dengan perkembangan tren konsep rumah.

Penggunaan keramik saat ini masih menjadi primadona. Ya, siapa yang tidak mengenal material ini, khususnya untuk menutup lantai. Masyarakat di pedesaan sekalipun sekarang telah beralih ke jenis penutup lantai ini dan meninggalkan penutup lantai yang biasanya terbuat dari semen.

Keramik memang unggul dalam hal warna, corak, dan bentuk. Keramik juga memiliki harga yang beragam. Keramik berharga murah tentu kualitasnya akan jauh lebih rendah. Namun, bukan berarti keramik jenis ini tidak mempunyai ketahanan yang baik. Beberapa keramik murah masih memiliki model, warna,dan corak yang baik. Kualitas ketahanannya pun tak jauh berbeda dengan keramik berkualitas bagus dan berharga mahal.

Produk keramik dapat dibedakan dalam tiga golongan, yakni polos, embossed (untuk permukaan yang tidak rata), dan dekoratif.

Perbedaan polos dengan embossed lebih ditekankan pada posisi di mana keramik itu ditempatkan. Keramik embossed kasar dan tidak licin permukaannya, serta tahan terhadap gesekan. Jenis ini sangat cocok diaplikasikan di area eksterior seperti teras. Ubin keramik yang tersedia di pasaran juga digolongkan menurut harganya. Inilah yang menuntut Anda untuk jeli dalam memilih karena keramik hanya dibedakan oleh warna, corak, dan tekstur. Perbedaan seperti ini jugalah yang menentukan daya tahan keramik terhadap goresan dan kepadatan produk yang dihasilkan.

Tips :
Memilih warna dan motif keramik harus memperhatikan warna ruangan. Sebaiknya warna dan motif keramik disesuaikan dengan warna dinding rumah

Bila Anda tidak ingin bermain dengan banyak warna,sebaiknya pilih lantai yang berwarna netral seperti abu-abu, krem, atau putih. Motif yang sedikit polos akan lebih aman jika sewaktu-waktu Anda ingin mengubah furnitur yang telah Anda punya sekarang. Faktor pencahayaan dalam ruangan juga dapat memengaruhi pemilihan material lantai.

Lantai putih dan bertekstur lembut sesuai dengan ruang bercahaya terang sehingga dapat menimbulkan kesan bersih sekaligus lapang. Sementara, bila Anda menggunakan keramik yang memiliki tekstur kasar,lebih cocok dipadukan dengan pencahayaan ruang yang lebih redup sehingga berkesan hangat. Ukuran ruang ikut memengaruhi pemilihan keramik. Kalau ruangan yang akan ditutup keramik tidak terlalu luas, lebih baik menggunakan keramik berukuran 40 x 40 cm atau 60 x 60 cm.

Pemasangannya pun mesti memperhatikan lapisan semen antara keramik atau nat. Nat yang jarang menjadikan tampilan ruangan berkesan luas. Pemasangan ubin dengan pola diagonal bisa menciptakan kesan ruangan yang lebih luas karena garis nat tidak mengarah di satu titik. Risiko jika Anda memasang lantai dengan pola seperti ini adalah, material akan lebih banyak terbuang. Di sisi lain, terdapat pula kegunaan dari pola pemasangan diagonal, yakni dapat menyembunyikan pertemuan nat yang tidak pas antara keramik dinding dan keramik lantai.

Menyejukkan, kuat, dan tahan lama merupakan beberapa kelebihan keramik. Jadi, sebaiknya optimalkan penggunaan aksesori rumah daritanah liat ini dengan teknik pemilihan yang pas untuk tiap ruangan. Untuk ruangan seperti dapur, Anda bisa menggunakan lantai porselen. Selain tahan panas dan goresan, jenis keramik ini juga sangat mudah dibersihkan dari noda dan lemak sisa masakan. Untuk ruang tamu dan kamar tidur, sebaiknya berikan suasana yang lebih lengang dengan memilih keramik berwarna terang.

Soal desainnya, Anda cukup menyesuaikan dengan warna dinding ruangan dan furnitur yang ada di situ.Untuk lantai kamar mandi, gunakan keramik bertekstur. 




Sumber : Berbagai Sumber
Share on Google Plus

About Aditya utama

Admin Perusahaan CV Aditya Utama. Informasi, Saran, Kritik silahkan hubungi kontak yang tertera di website ini. Terimakasih ^_^.