Bungalow Mungil Penuh Inspirasi


Keengganan tinggal di dalam rumah berukuran sangat kecil umumnya dipicu oleh pandangan, bahwa tinggal di rumah tersebut akan membuat lingkungan tampak kumuh dan kualitas hidup juga tidak sempurna. Padahal, baik dan tidaknya kualitas hidup seorang manusia sangat bergantung dengan manusia itu sendiri.

Sebagai bukti nyata, tengoklah rumah yang dibangun oleh Malissa dan suaminya, Chris Tack. Pasangan ini membangun sebuah bungalow berukuran hanya 13 meter persegi di Snohomish, Washington, Amerika Serikat. Rumah mungil ini merupakan contoh sempurna bagi Anda yang menyukai dan tengah mencari inspirasi untuk tinggal dalam ruang berukuran kecil.

"Tantangan terbesar adalah menyesuaikan diri hidup dengan cara yang jauh lebih sederhana dan lebih santai. Saya dan suami saya terbiasa dalam hidup yang terburu-buru dan serba khawatir hingga ketika kami pindah ke rumah ini satu setengah tahun lalu. Transisinya berhasil. Kami tidak bisa membayangkan hidup di tempat lain selain di sini," kata Malissa. 

Rumah ini sepenuhnya terbuat dari kayu, yang dapat dipindahlokasikan karena menempel pada sebuah trailer. Rumah tersebut dibuat dalam waktu tujuh bulan dengan 800 jam kerja. Untuk membangun rumah ini, Malissa dan suaminya menghabiskan 20.000 dolar AS atau sekitar Rp194,7 juta.


Namun, meski berukuran mungil dan berbentuk sederhana, rumah ini memiliki beberapa fitur yang juga dimiliki rumah berukuran normal. Atapnya berbentuk pelana, lengkap dengan skylight, jendela-jendela berukuran cukup besar, ruang tamu, kamar tidur, dapur, kamar mandi, serta sebuah mezanin.

Rumah ini juga tetap nyaman dan dingin dengan adanya insulasi berupa pelapis dinding dari wol dan kayu cedar. Terakhir, rumah ini juga ramah lingkungan dan hemat karena menggunakan panel surya sebagai sumber tenaga.




Sumber : Berbagai Sumber
Share on Google Plus

About Aditya utama

Admin Perusahaan CV Aditya Utama. Informasi, Saran, Kritik silahkan hubungi kontak yang tertera di website ini. Terimakasih ^_^.